Merah Putih Harus Di Atas Segalanya: Islam Serukan Jangan Gunakan Lambang Amanah untuk Membungkam Suara yang Haq

muslimX
By muslimX
3 Min Read

muslimx.id  – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyerukan pentingnya menempatkan bendera Merah Putih sebagai simbol tertinggi di Republik Indonesia, terutama menjelang peringatan HUT ke-80 RI. Pernyataan ini muncul di tengah fenomena pengibaran bendera bajak laut “One Piece” oleh sejumlah komunitas sebagai bentuk ekspresi sosial.

Eddy menegaskan bahwa kreativitas masyarakat harus tetap berada dalam koridor konstitusi, sembari mengutip Gus Dur:

“Kreativitas boleh, tetapi tetap dalam batas konstitusi.”

Namun demikian, sebagian pihak mengkhawatirkan bahwa narasi “penghormatan simbol negara” justru digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kekecewaan publik terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang semakin tidak berpihak.

Tanggapan Partai X: Ekspresi Rakyat Bukan Tindakan Kriminal

Menanggapi hal ini, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menyampaikan bahwa negara wajib dihormati bukan karena dipaksa, tetapi karena adil dan amanah dalam menjalankan kekuasaan.

“Kekecewaan yang diekspresikan rakyat melalui simbol-simbol alternatif seharusnya menjadi bahan refleksi, bukan justru dimusuhi. Jangan gunakan Merah Putih sebagai perisai untuk membungkam suara rakyat,” ujar Rinto.

Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap simbol negara akan lahir secara alami bila rakyat merasa dilindungi, dihargai, dan dilayani dengan adil.

Prinsip Islam: Negara adalah Amanah, Rakyat adalah Pemilik Kedaulatan

Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah dan rakyat adalah pemegang hak suara yang sah. Rasulullah SAW bersabda:

“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.” (HR. Abu Nu’aim, dalam al-Hilyah)

Partai X juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58)

Simbol negara tidak boleh menjadi alat elit kekuasaan untuk menutupi kegagalan atau membungkam kritik yang sah dari rakyat.

Solusi Partai X: Hormati Simbol, Dengarkan Suara

Partai X menawarkan pendekatan konstruktif agar penghormatan terhadap simbol negara dan kebebasan berekspresi berjalan beriringan:

  1. Pendidikan Kewarganegaraan
    Edukasi publik mengenai makna Merah Putih, bukan sebagai alat dominasi, tetapi sebagai simbol persatuan dan perjuangan.
  2. Forum Aspirasi Terbuka
    Pemerintah harus membuka ruang resmi dan non-represif untuk menampung kritik serta keresahan masyarakat.
  3. Kepemimpinan yang Layak Dihormati
    Pemerintah harus mengupayakan keadilan, transparansi, dan keberpihakan terhadap rakyat agar wibawa negara tumbuh secara alami.
  4. Stop Represif terhadap Simbolisme Sosial
    Tidak semua ekspresi rakyat adalah bentuk perlawanan. Banyak yang lahir dari kecintaan terhadap bangsa dan keinginan untuk didengar.

Penutup: Merah Putih Bukan Milik Kekuasaan, Tapi Milik Rakyat

Partai X menyerukan kepada pemerintah untuk tidak menjadikan simbol negara sebagai alat keheningan sosial. Simbol negara harus menjadi pengikat antara rakyat dan pemimpinnya, bukan pembatas aspirasi.

“Rakyat akan mencintai Merah Putih jika negara mencintai mereka lebih dulu dengan keadilan dan keberpihakan,” tutup Rinto.

Partai X mengajak semua pihak untuk membangun ruang kebangsaan yang inklusif, di mana kebebasan berpendapat dihormati, dan simbol negara dijaga dalam semangat kebersamaan, bukan ketakutan.

Share This Article