muslimx.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, DPR akan merespons tuntutan rakyat yang mencuat melalui gerakan 17+8. Menurutnya, aspirasi itu bahkan telah disampaikan langsung oleh elemen mahasiswa dalam audiensi bersama DPR pada Rabu ini.
Dasco menyebut pimpinan DPR akan menggelar rapat evaluasi bersama fraksi-fraksi untuk menyatukan sikap. DPR, lanjut Dasco, selalu membuka ruang penyampaian aspirasi publik melalui forum resmi, termasuk rapat dengar pendapat komisi. Ia menambahkan, tekad evaluasi dan reformasi menyeluruh akan dipimpin langsung Ketua DPR Puan Maharani.
Partai X: Negara Wajib Dengar Suara Rakyat
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa tuntutan rakyat tidak boleh dianggap sekadar formalitas kekuasaan. Negara memiliki tiga kewajiban mutlak yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat secara adil.
“Tuntutan 17+8 adalah refleksi nyata kegelisahan masyarakat terhadap perilaku kekuasaan yang abai. Rakyat berhak marah jika wakilnya lebih sibuk mengurus fasilitas dan tunjangan daripada keselamatan warga,” kata Rinto.
Partai X menekankan, suara rakyat harus ditempatkan sebagai kompas utama arah kebijakan, bukan sekadar catatan rapat. Negara bukan milik penguasa, melainkan milik rakyat. DPR adalah perpanjangan suara rakyat, bukan menara gading penuh privilese.
Kekuasaan tanpa keberpihakan hanyalah kedok mempertahankan kepentingan pejabat. Karena itu, setiap kebijakan harus diuji dari perspektif kebermanfaatan langsung bagi rakyat. Negara yang mengabaikan rakyat akan kehilangan legitimasi moral.
Pandangan Islam: Suara Rakyat adalah Amanah
Dalam Islam, pemimpin bukan hanya pejabat administratif, melainkan pemegang amanah besar. Amanah itu menuntut pemimpin untuk adil dan mendengar jeritan rakyatnya.
Al-Qur’an menegaskan:
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8)
Rasulullah ﷺ pun memperingatkan keras:
“Siapa saja yang diangkat oleh Allah menjadi pemimpin atas rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat dan hadis ini menjadi pengingat bahwa mengabaikan rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah kekuasaan.
Solusi Partai X: Reformasi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Partai X menawarkan langkah konkret menindaklanjuti 17+8 tuntutan rakyat:
- Bentuk tim investigasi independen untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM dan korban demonstrasi.
- Reformasi DPR dengan mengurangi privilese, membatasi fasilitas, dan mewajibkan transparansi anggaran.
- Kembalikan TNI ke barak, hentikan keterlibatan di ranah sipil, dan reformasi Polri agar profesional-humanis.
- Sahkan segera UU Perampasan Aset untuk memutus rantai korupsi.
- Reformasi pajak adil, agar beban tidak lagi menekan rakyat kecil.
Penutup: Tuntutan Rakyat adalah Peringatan
Partai X menilai, munculnya gerakan 17+8 merupakan peringatan keras bahwa rakyat muak dengan abainya negara. Tuntutan itu adalah suara hati masyarakat yang harus segera direspons, bukan ditunda dengan alasan politik.
Rakyat tidak butuh janji manis, melainkan keberanian nyata mereformasi institusi negara. Partai X menegaskan, mendengar dan melaksanakan tuntutan rakyat adalah jalan menjaga legitimasi kekuasaan.
Dalam Islam, amanah kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan rakyat, tetapi juga di hadapan Allah kelak. Jika negara menutup telinga, maka rakyatlah yang akan membuka mata bangsa pada kenyataan sesungguhnya.