Bansos Cair, Islam Ingatkan Amanah dan Tepat Sasaran

muslimX
By muslimX
4 Min Read

muslimx.id — Penyaluran bantuan sosial kembali menjadi perhatian publik setelah Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) atau bansos tahap akhir tetap cair dan diterima masyarakat yang berhak. Dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 35 juta keluarga di seluruh Indonesia, kebijakan bansos menegaskan peran negara dalam melindungi kelompok rentan. Namun di tengah besarnya anggaran dan jangkauan bantuan, Islam mengingatkan bahwa bansos bukan sekadar program administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan secara adil dan tepat sasaran.

Bansos sebagai Amanah Negara

Dalam pandangan Islam, setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa [4]: 58)

Ayat ini menegaskan bahwa bantuan sosial wajib diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak, bukan salah sasaran apalagi disalahgunakan. Ketepatan penyaluran bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari ketaatan terhadap perintah Allah.

Verifikasi Data dan Keadilan Sosial

Langkah Kementerian Sosial melakukan verifikasi data bersama Badan Pusat Statistik serta membuka ruang pelaporan publik dipandang sebagai upaya menjaga amanah. Namun Islam mengingatkan, keadilan sosial tidak boleh berhenti pada angka dan prosedur.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa pejabat negara bertanggung jawab penuh atas setiap rupiah bantuan yang disalurkan. Kesalahan data, kelalaian verifikasi, atau pembiaran penyimpangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Negara Hadir untuk yang Lemah

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Diana Isnaini, menegaskan bahwa bantuan sosial harus menjadi bukti kehadiran negara secara utuh. Negara tidak boleh sekadar mencairkan anggaran, tetapi harus memastikan bansos benar-benar meringankan beban rakyat, khususnya lansia dan kelompok rentan.

Islam sendiri menempatkan kepedulian terhadap fakir miskin sebagai ukuran keimanan sosial. Allah SWT berfirman:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
(QS. Al-Ma’un [107]: 1–3)

Ayat ini mengingatkan bahwa abai terhadap kaum lemah bukan hanya kegagalan kebijakan, tetapi juga kegagalan moral.

Solusi Agar Bansos Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Untuk memastikan bansos berjalan sesuai amanah dan nilai Islam, Partai X mendorong beberapa langkah konkret:

  1. Penguatan Verifikasi Lapangan
    Data digital harus disertai pengecekan langsung oleh pemerintah daerah dan aparat sosial agar sesuai dengan realitas rakyat.
  2. Transparansi dan Akses Publik
    Mekanisme penyaluran, kriteria penerima, dan jalur pengaduan harus mudah diakses masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.
  3. Pelibatan Masyarakat dalam Pengawasan
    Warga perlu diberdayakan untuk melaporkan ketidaktepatan sasaran tanpa takut intimidasi.
  4. Prioritas Kelompok Rentan
    Lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin ekstrem harus menjadi prioritas utama, sesuai prinsip keadilan sosial.
  5. Bansos sebagai Jalan Pemulihan
    Bantuan sosial harus disinergikan dengan program pemberdayaan ekonomi agar tidak menciptakan ketergantungan berkepanjangan.

Islam menegaskan bahwa bantuan sosial adalah amanah yang tidak boleh dikhianati. Ketika bansos cair, tanggung jawab negara justru semakin besar untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran, adil, dan bermartabat. Negara yang menjalankan amanah dengan benar bukan hanya menjaga kepercayaan rakyat, tetapi juga menegakkan nilai keadilan yang menjadi inti ajaran Islam.

Share This Article