Khutbah Jumat Edisi 23 Januari 2026: Mandiri Belajar Politik dalam Islam sebagai Jalan Ibadah Sosial

muslimX
By muslimX
4 Min Read

muslimx.id — Mandiri belajar politik dalam islam bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi bagian dari ibadah sosial dan tanggung jawab warga. Islam tidak mengajarkan sikap apatis terhadap urusan publik. Justru, keterlibatan sadar dan beradab adalah bagian dari kesalehan sosial.

Politik sering dipersempit sebagai urusan kekuasaan, jabatan, dan perebutan pengaruh. Akibatnya, tidak sedikit umat Islam merasa politik adalah dunia kotor yang sebaiknya dijauhi. Padahal dalam pandangan Islam, politik tidak pernah netral nilai. Ia selalu berkaitan dengan keadilan, amanah, dan nasib banyak orang.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)

Ayat ini menegaskan bahwa urusan publik adalah amanah. Amanah tidak hanya dibebankan kepada penguasa, tetapi juga kepada rakyat sebagai penjaga keadilan bersama.

Politik sebagai Urusan Amanah, Bukan Sekadar Kekuasaan

Setiap kebijakan publik berdampak langsung pada kehidupan rakyat: harga pangan, pendidikan, kesehatan, hingga rasa aman. Dalam Islam, semua urusan yang menyentuh kemaslahatan umum masuk dalam wilayah amanah.

Karena itu, menyerahkan urusan pemerintahan secara buta tanpa pengetahuan adalah kelalaian. Mandiri belajar politik menjadi jalan agar amanah tidak jatuh ke tangan yang salah, dan agar kebijakan dapat dikritisi secara adil dan beradab.

Belajar politik dalam islam bukan untuk memperebutkan kekuasaan, melainkan untuk menjaga agar kekuasaan tidak menyimpang dari nilai keadilan.

Belajar Politik sebagai Ibadah Sosial

Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada ritual individual. Setiap usaha menjaga keadilan, mencegah kezaliman, dan melindungi kemaslahatan umat bernilai ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Ketika warga belajar agar tidak mudah tertipu, tidak mudah diadu domba, dan mampu mengawasi kekuasaan secara beradab, maka proses itu bernilai ibadah sosial. Membaca secara kritis, berdiskusi sehat, dan membangun literasi adalah amal yang berdampak luas.

Tanggung Jawab Warga dalam Menjaga Arah Bangsa

Islam tidak membenarkan sikap lepas tangan terhadap kerusakan sosial. Diam terhadap kebijakan zalim atau manipulasi publik bukan sikap aman, tetapi berisiko menjadi dosa kolektif.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika manusia melihat kemungkaran lalu tidak mengubahnya, hampir saja Allah menimpakan azab kepada mereka semuanya.” (HR. Abu Dawud)

Belajar secara mandiri adalah langkah awal agar warga mampu mengenali kemungkaran struktural, bukan hanya yang kasat mata. Tanpa pengetahuan, keberanian mudah berubah menjadi emosi. Tanpa literasi, niat baik bisa disalahgunakan.

Dari Kesadaran Individu ke Etika Kolektif

Perubahan tidak lahir dari satu orang cerdas, tetapi dari kesadaran kolektif yang terawat. Membaca, berdiskusi, membangun komunitas, dan terlibat dalam aktivitas sosial adalah bagian dari pembentukan etika publik yang dewasa.

Allah SWT berfirman:

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110)

Ayat ini menegaskan bahwa keunggulan umat bukan pada klaim moral, tetapi pada peran aktif dan sadar dalam menjaga arah masyarakat.

Penutup: Doa dan Harapan

Mandiri belajar politik adalah jalan panjang membangun kesalehan publik. Ia menuntut kesabaran, konsistensi, dan keberanian moral. Namun melalui jalan inilah akal sehat terjaga, keadilan dirawat, dan masa depan bersama dilindungi.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa seluruh kaum Muslimin. Bimbinglah kami agar peduli terhadap urusan umat, berani menegakkan keadilan, dan tidak apatis terhadap kemungkaran.

Ya Allah, jadikanlah kami rakyat yang cerdas, beradab, dan bertanggung jawab. Bimbinglah para pemimpin kami agar amanah dan takut kepada-Mu, serta karuniakan kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Share This Article