muslimx.id– Kebijakan pemerintah dan amanah Islam merupakan dua aspek yang saling berhubungan dalam memastikan kesejahteraan rakyat. Islam mengajarkan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang paling rentan. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi semata. Tetapi juga harus berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat Islam yang menekankan pentingnya keadilan sosial, pemerataan kekayaan, dan perlindungan terhadap rakyat. Dalam menghadapi tantangan kemiskinan kultural dan struktural. Kebijakan pemerintah harus dapat mengatasi hambatan sistemik yang menghalangi akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan sumber daya yang layak.
Kemiskinan Kultural dan Struktural: Sebuah Tantangan yang Harus Diatasi
Adapun kemiskinan di Indonesia dapat dipetakan ke dalam dua kategori besar: kemiskinan kultural dan kemiskinan struktural. Kemiskinan kultural sering kali disebabkan oleh faktor-faktor individu, seperti malas, rendahnya etos kerja, budaya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), s
erta perilaku boros dan gaya hidup foya-foya. Di sisi lain, kemiskinan struktural lebih terkait dengan hambatan yang dihadapi oleh individu atau kelompok tertentu karena sistem sosial, ekonomi, dan pemerintahan yang tidak mendukung kesetaraan. Misalnya, terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, kesempatan kerja yang adil, serta ketidakmerataan distribusi sumber daya dan tanah.
Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kedua jenis kemiskinan ini. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memiliki profesi pekerjaan, baik bagi generasi muda maupun masyarakat pada umumnya.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang mukmin yang memiliki profesi pekerjaan.” (H.R. al-Baihaqi)
Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan, tetapi juga memberi teladan dengan bekerja sejak usia muda. Pada usia 8 tahun, beliau sudah menjadi penggembala kambing, dan pada usia 12 tahun beliau mulai merintis karir sebagai pedagang internasional. Ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki profesi untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari jeratan kemiskinan kultural.
Di sisi lain, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya sistem pasar yang jujur dan transparan. Serta tidak membebani rakyat dengan pajak atau pungutan yang tidak adil.
Dalam Hadis beliau:
“Ini adalah pasar kalian, janganlah kalian saling mengurangi (takaran) dan jangan mengambil pajak.” (H.R. Ibn Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi yang berlandaskan kejujuran dan keadilan adalah langkah penting dalam mengatasi kemiskinan struktural. Sistem pasar yang jujur akan mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi, serta memastikan kesejahteraan umat.
Solusi dalam Kebijakan Pemerintah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat
Untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat mengatasi kemiskinan baik yang bersifat kultural maupun struktural, berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:
- Meningkatkan Akses Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan
Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk mengurangi kemiskinan kultural. Pemerintah harus memastikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, terutama di daerah-daerah tertinggal. - Pembangunan Ekonomi yang Merata dan Terintegrasi
Salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan struktural adalah dengan memastikan pembangunan ekonomi yang merata, tidak hanya terpusat di kota besar. - Reformasi Pajak yang Adil dan Transaparan
Pemerintah harus memastikan bahwa sistem perpajakan yang diterapkan tidak memberatkan rakyat. Terutama masyarakat yang berada di lapisan bawah. - Penerapan Sistem Pasar yang Adil
Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, pasar yang jujur adalah pasar yang bebas dari penipuan dan pengambilan pajak yang tidak adil.
Kesimpulan
Kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, adil, dan transparan merupakan langkah penting untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam Islam, kebijakan yang diambil oleh penguasa harus menjaga amanah dan bertanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Dengan mengikuti prinsip-prinsip syariat Islam yang mengedepankan keadilan, transparansi, dan perlindungan terhadap yang lemah, pemerintah dapat mengatasi kemiskinan baik yang bersifat kultural maupun struktural, dan membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.