muslimx.id — Dalam praktik bernegara, ujian terbesar negara hukum bukan pada banyaknya regulasi, tetapi pada keberanian menegakkan aturan secara konsisten. Di titik inilah integritas aparat penegak hukum benar-benar diuji. Ketika hukum berhadapan dengan kekuasaan, apakah ia tetap tegak? Ataukah ia menunduk?
Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?
Salah satu kritik paling sering muncul dalam demokrasi adalah ketimpangan penegakan hukum. Kasus kecil cepat diproses, sementara perkara besar berjalan lambat atau bahkan berhenti.
Fenomena ini melahirkan persepsi: hukum tidak netral, aparat mudah ditekan, proses hukum selektif.
Jika persepsi ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan terus menurun. Negara hukum tidak boleh membiarkan stigma “tajam ke bawah, tumpul ke atas” menjadi kenyataan.
Integritas sebagai Pondasi
Integritas bukan sekadar soal tidak korupsi. Ia mencakup: keberanian menolak intervensi, konsistensi pada prosedur, kesetiaan pada konstitusi, keberpihakan pada keadilan. Tanpa integritas, supremasi hukum akan runtuh perlahan.
Dalam perspektif Islam, keadilan adalah amanah besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya…” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa keadilan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Artinya, aparat penegak hukum bukan hanya menjalankan tugas administratif, tetapi menjalankan amanah moral dan religius.
Partai X: Integritas Aparat Penegak Hukum
Ketua Umum Partai X, Erick Karya, menegaskan bahwa integritas aparat adalah fondasi utama negara hukum.
“Jika aparat penegak hukum kuat secara moral dan profesional, maka tidak ada kekuasaan yang bisa menekan hukum,” ujarnya.
Menurut Erick, reformasi hukum harus dimulai dari pembenahan sistem rekrutmen dan pengawasan.
“Negara harus memastikan bahwa aparat tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan sesaat maupun tekanan ekonomi. Hukum harus berdiri di atas semua golongan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi proses hukum penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Penutup: Antara Tekanan dan Keteguhan
Negara hukum selalu diuji oleh kepentingan kekuasaan. Namun yang membedakan negara kuat dan lemah adalah keteguhan aparatnya.
Jika aparat penegak hukum mampu menjaga integritas di tengah tekanan, maka negara hukum akan tetap berdiri kokoh.
Karena pada akhirnya, kekuatan hukum bukan pada ancamannya, tetapi pada keadilannya. Dan keadilan hanya lahir dari keberanian untuk tetap tegak meski berada di bawah bayang-bayang kekuasaan.