Sinergi Global, Sekolah Negarawan Luncurkan Chapter Persia di Teheran, Iran

muslimX
By muslimX
5 Min Read

muslimx.id Hubungan Indonesia dan Iran tidak hanya dapat dibangun melalui jalur diplomasi formal. Pendidikan, riset, pertukaran gagasan, dan jejaring masyarakat juga dapat menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan kedua negara. Dalam semangat tersebut, Sekolah Negarawan resmi meluncurkan Chapter Persia di Teheran, Iran.

Peluncuran Chapter Persia menjadi bagian dari langkah Sekolah Negarawan memperluas jejaring internasional sekaligus membangun ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan diaspora Indonesia maupun Iran. Kehadiran chapter ini diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai gagasan tentang ketatanegaraan, kepemimpinan, kebijakan publik, serta hubungan antarbangsa.

Memperluas Jejaring Sekolah Negarawan

Peluncuran Chapter Persia dikawal langsung oleh jajaran manajemen Sekolah Negarawan. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Abdullah Assegaf yang membidangi Direktorat International Affairs. Kehadiran Imam Syafiih Kamil yang mewakili jaringan regional Eropa juga menunjukkan bahwa pengembangan Chapter Persia menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring Sekolah Negarawan secara global.

Bagi Sekolah Negarawan, perluasan jaringan internasional bukan sekadar persoalan membuka representasi di berbagai wilayah. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang yang memungkinkan gagasan dan pengalaman dari berbagai negara dapat dipertemukan dalam kegiatan pendidikan dan penelitian.

Teheran dipandang memiliki posisi strategis dalam konteks tersebut. Kota ini menjadi salah satu pusat akademik, politik, kebudayaan, dan pemikiran di Iran yang dapat membuka akses lebih luas bagi pengembangan hubungan intelektual antara Indonesia dan Iran.

Membuka Jalan Kolaborasi Riset

Prayogi R. Saputra, PhD, selaku Direktur Utama Sekolah Negarawan, menjelaskan bahwa pembukaan kantor representatif di Teheran yang kini dimandatkan kepada Purkon Hidayat diharapkan dapat mempermudah akses kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan diaspora kedua negara.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan pembangunan negara. Salah satunya adalah kajian ketatanegaraan komparatif yang memungkinkan akademisi Indonesia dan Iran mempelajari pengalaman masing-masing negara dalam membangun institusi dan tata kelola pemerintahan.

Ruang kerja sama juga dapat diperluas melalui kajian kebijakan publik, penelitian lintas negara, serta penerbitan naskah akademik. Dengan adanya jejaring lokal di Teheran, komunikasi antara peneliti dan institusi dari kedua negara diharapkan dapat berlangsung lebih dekat dan berkelanjutan.

Dari Pendidikan Menuju Pertukaran Gagasan

Chapter Persia juga memiliki peluang untuk menjadi ruang pertukaran pemikiran kepemudaan internasional. Generasi muda Indonesia dan Iran dapat dipertemukan melalui diskusi, penelitian, seminar, maupun program pendidikan yang membahas berbagai persoalan kebangsaan dan perubahan global.

Pertukaran semacam ini penting karena hubungan antarnegara tidak hanya dibangun oleh pemerintah. Hubungan jangka panjang juga tumbuh dari pertemuan antarmanusia, terutama ketika generasi muda dari dua negara memiliki kesempatan untuk mengenal sejarah, budaya, sistem pemerintahan, serta cara pandang satu sama lain.

Dalam konteks pendidikan negarawan, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan wawasan. Seorang calon negarawan tidak cukup hanya memahami persoalan di dalam negeri, tetapi juga perlu memiliki kemampuan membaca perubahan dunia dan memahami karakter bangsa lain.

Teheran sebagai Jembatan Indonesia-Iran

Peluncuran Chapter Persia menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Iran dapat dikembangkan melalui lebih banyak jalur. Pendidikan dan riset memberikan ruang untuk membangun hubungan yang tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan pengetahuan dan gagasan baru.

Keberadaan representasi Sekolah Negarawan di Teheran juga dapat menjadi titik temu bagi berbagai agenda yang telah mulai dibangun selama kunjungan ke Iran. Mulai dari kajian governance, konstitusi, kebijakan publik, teknologi, hingga pertukaran akademik dapat dikembangkan melalui jaringan yang lebih terorganisasi.

Pada akhirnya, Chapter Persia bukan hanya tentang kehadiran Sekolah Negarawan di Iran. Ia merupakan upaya membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan Iran, dengan pendidikan, riset, dan pertukaran gagasan sebagai fondasinya.

Dari Teheran, jejaring tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemuda, dan masyarakat kedua negara. Sebab hubungan antarbangsa akan semakin kuat ketika dibangun bukan hanya melalui diplomasi negara, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan, persahabatan, dan kerja sama yang memberi manfaat bagi masa depan bersama.

Share This Article