Sekolah Negarawan dan Bangbangwetan Hadirkan Perspektif Timur hingga Eropa dalam Sinau Kebangsaan

muslimX
By muslimX
4 Min Read

SURABAYA — Pembangunan bangsa membutuhkan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif masyarakat. Tidak hanya dari pusat pemerintahan, tetapi juga dari daerah yang memiliki pengalaman sejarah dan tantangan pembangunan berbeda. Semangat inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan Sinau Kebangsaan yang diselenggarakan Ekosistem Sekolah Negarawan bersama Komunitas Bangbangwetan pada 10 November 2025.

Menghadirkan Perspektif Kebangsaan dari Berbagai Wilayah

Forum yang berlangsung dalam tradisi maiyahan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari kawasan timur Indonesia hingga diaspora Indonesia di Belanda. Kegiatan ini juga diawali dengan video sambutan dari Jenderal TNI (Purn) Fachrurrozi, yang turut memberikan dukungan terhadap ruang dialog kebangsaan tersebut.

Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra memandu jalannya diskusi dengan mengangkat pertanyaan mengenai arah perjalanan bangsa Indonesia menuju kemakmuran. Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas berbagai persoalan pembangunan, tata kelola sumber daya alam, serta hubungan antara negara dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Prayogi memberikan ruang kepada Sekretaris Kesultanan Ternate, tokoh Kesultanan Tidore, serta perwakilan diaspora Indonesia di Belanda untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.

Kekayaan Timur Indonesia dan Tantangan Keadilan Pembangunan

Perspektif dari Kesultanan Ternate dan Tidore menyoroti kondisi kawasan timur Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam sekaligus warisan sejarah yang panjang. Kawasan yang dahulu menjadi bagian penting dalam perdagangan rempah dunia itu kini juga dikenal memiliki potensi sumber daya mineral yang besar. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam diskusi, persoalan tata kelola sumber daya alam menjadi salah satu perhatian utama. Pengelolaan yang terlalu terpusat dinilai berisiko mengabaikan kebutuhan masyarakat daerah, termasuk hak masyarakat adat dan keberlanjutan kebudayaan lokal. Pengalaman tersebut membuka ruang refleksi mengenai pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keadilan dan keterlibatan masyarakat.

Perspektif Diaspora tentang Kepercayaan dan Tata Kelola Negara

Sementara itu, perwakilan diaspora Indonesia di Belanda menyampaikan perspektif mengenai tata kelola negara dan pentingnya kepercayaan sosial atau social trust. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kehidupan bernegara yang stabil dan sejahtera.

Dalam pandangan tersebut, korupsi dan lemahnya kepastian hukum dapat menghambat tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Pengalaman negara lain menjadi bahan perbandingan untuk melihat bagaimana tata kelola pemerintahan, kepastian hukum, dan jaminan sosial dapat berkontribusi terhadap kemakmuran.

Sekolah Negarawan Dorong Pemerataan Keadilan

Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra kemudian menghubungkan berbagai pandangan tersebut dengan kebutuhan pembenahan tata kelola negara. Menurutnya, pembangunan perlu diarahkan pada pemerataan keadilan, termasuk melalui penguatan peran daerah dan penghormatan terhadap masyarakat adat.

Dialog yang berlangsung dalam Sinau Kebangsaan ini memperlihatkan bahwa persoalan kebangsaan tidak dapat dipahami hanya dari satu sudut pandang. Pengalaman masyarakat di kawasan timur Indonesia, refleksi diaspora di Eropa, serta dinamika sosial di dalam negeri menjadi bagian penting dalam membaca tantangan pembangunan nasional.

Maiyahan sebagai Ruang Pertemuan Gagasan Kebangsaan

Kegiatan tersebut juga dibersamai oleh KiaiKanjeng yang menghadirkan perpaduan dialog dan musik dalam suasana maiyahan. Kehadiran video sambutan Jenderal TNI (Purn) Fachrurrozi pada awal acara turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam ruang kebangsaan.

Bagi Ekosistem Sekolah Negarawan dan Komunitas Bangbangwetan, Sinau Kebangsaan menjadi ruang untuk memperluas pertukaran gagasan mengenai masa depan Indonesia. Melalui pertemuan berbagai perspektif, kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang pembangunan, keadilan, dan tata kelola negara yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Share This Article