TEHERAN — Sekolah Negarawan secara resmi membuka Chapter Persia di Teheran, Iran, sebagai bagian dari langkah memperluas gerakan pendidikan kenegaraan yang berfokus pada pemahaman sistem negara, kepemimpinan, serta arah masa depan kehidupan berbangsa. Kehadiran Chapter Persia menjadi upaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mendorong masyarakat untuk memahami bahwa pembangunan negara tidak hanya membutuhkan kekuatan sistem, tetapi juga nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama. Melalui pendekatan pendidikan dan kajian akademik, Sekolah Negarawan berkomitmen memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu melihat berbagai persoalan bangsa secara lebih luas, kritis, dan mendalam. Pendidikan kenegaraan dipandang sebagai jalan penting untuk membentuk manusia yang memahami tanggung jawabnya dalam membangun kehidupan bersama.
Peresmian Sekolah Negarawan Chapter Persia dilaksanakan di kawasan Bundaran Azadi, Teheran. Pemilihan lokasi tersebut memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Iran karena kawasan itu menjadi salah satu simbol penting dalam perjalanan sejarah Iran, terutama yang berkaitan dengan Revolusi 1979. Nama Azadi yang bermakna kebebasan menjadi simbol refleksi tentang kehendak manusia dalam menentukan arah perjalanan kehidupan berbangsa. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Sekolah Negarawan yang ingin membangun kesadaran bahwa manusia memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan melalui pemikiran, pendidikan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perwakilan Sekolah Negarawan Persia, Purkon Hidayat, menjelaskan bahwa Bundaran Azadi memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu titik penghubung berbagai pusat penting di Teheran. Kawasan tersebut berada dekat dengan Bandara Mehrabad yang sebelumnya menjadi salah satu bandara internasional utama Iran sebelum masa revolusi, serta berdekatan dengan sejumlah pusat pendidikan seperti Sharif University of Technology dan Universitas Teheran. Menurutnya, keberadaan Sekolah Negarawan di kawasan tersebut memiliki makna tersendiri karena mempertemukan unsur sejarah, pendidikan, dan perkembangan peradaban. Lokasi tersebut menjadi ruang simbolik bagi lahirnya gagasan mengenai pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.
Pembukaan Sekolah Negarawan Chapter Persia menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang membahas berbagai persoalan kenegaraan secara terbuka, objektif, dan konstruktif. Sekolah Negarawan meyakini bahwa perubahan suatu bangsa dapat diwujudkan melalui proses pendidikan, kajian mendalam, serta peningkatan kualitas manusia.
“Sekolah Negarawan ini lebih cenderung pada gerakan pendidikan. Kita mengkaji berbagai macam persoalan kenegaraan dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik tanpa kekacauan, tanpa kerusuhan, serta tidak ada lagi banyak nyawa yang terbuang sia-sia,” ungkap Prayogi, Wakil Direktur Sekolah Negarawan.
Ia menjelaskan bahwa sejarah berbagai bangsa menunjukkan perubahan besar selalu membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai sistem pemerintahan, tata kelola negara, serta hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan kenegaraan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki wawasan luas dan kemampuan memahami berbagai tantangan zaman.
Menurut Prayogi, seorang pemimpin masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengelola kekuasaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kemajuan sebuah bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan politik, melainkan juga oleh kualitas manusia yang menjalankan sistem tersebut. Melalui pendekatan akademik, Sekolah Negarawan melakukan kajian terhadap berbagai model sistem negara dari berbagai kawasan dunia. Setiap sistem memiliki keunggulan dan keterbatasan yang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menemukan gagasan terbaik dalam membangun kehidupan bersama.
Kajian tersebut dilakukan dengan semangat keterbukaan, yaitu mempelajari berbagai pengalaman negara lain dan mengambil nilai-nilai yang dapat mendukung kemajuan bangsa. Dengan cara tersebut, pendidikan kenegaraan diharapkan mampu melahirkan pemikiran yang lebih matang mengenai bagaimana sebuah negara dapat berkembang tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Selain aspek sistem negara dan kepemimpinan, Sekolah Negarawan juga menekankan pentingnya membangun manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian moral dan kedalaman nurani. Kualitas manusia menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat dan berkelanjutan.
Sekolah Negarawan memandang bahwa kemajuan tidak cukup hanya diukur dari perkembangan teknologi maupun pertumbuhan ekonomi. Sebuah bangsa juga harus mampu menjaga nilai kemanusiaan, membangun kepedulian sosial, serta memastikan setiap langkah pembangunan tetap berpihak pada kehidupan manusia. Dari Teheran, Sekolah Negarawan membawa pesan mengenai kebebasan, kehendak manusia, serta penghormatan terhadap nilai kemanusiaan sebagai bagian dari perjalanan membangun peradaban. Manusia membutuhkan keseimbangan antara kemampuan berpikir, kepekaan perasaan, dan kedalaman nurani agar pembangunan tidak kehilangan arah.
“Kita tidak hanya membutuhkan kecerdasan pikiran dan perasaan, tetapi juga nurani. Substansi yang paling penting adalah hati yang memiliki cinta kepada kemanusiaan,” ujar Purkon.
Kehadiran Sekolah Negarawan di Iran juga menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kultural dan akademik antara Indonesia dengan salah satu peradaban tertua di dunia. Iran memiliki sejarah panjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan pemikiran yang dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman dalam bidang pendidikan maupun kenegaraan.
Melalui hubungan tersebut, Indonesia dan Iran dapat saling belajar mengenai berbagai pengalaman dalam membangun masyarakat serta mengembangkan gagasan mengenai kehidupan bernegara yang lebih baik. Keberadaan Sekolah Negarawan di Iran menjadi sebuah terobosan yang diharapkan mampu menjadi jembatan kultural dan akademik antara kedua negara. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan kenegaraan sekaligus memperluas wawasan generasi muda Indonesia.
Menurut Sekolah Negarawan, Indonesia membutuhkan negarawan yang mampu berpikir luas, memahami keberagaman perspektif, serta memiliki komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Seorang negarawan harus mampu mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman dunia dan mengolahnya menjadi gagasan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa. Pendidikan menjadi instrumen penting untuk melahirkan generasi yang memiliki wawasan global, kecintaan terhadap kemanusiaan, serta kepedulian terhadap masa depan bersama.
Melalui pembukaan Sekolah Negarawan Chapter Persia, gerakan pendidikan kenegaraan ini diharapkan menjadi ruang dialog lintas peradaban yang mempertemukan berbagai gagasan, pengalaman, dan pemikiran mengenai negara serta kepemimpinan. Kehadiran Chapter Persia menjadi bagian dari upaya membangun generasi pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir luas, menjunjung nilai kemanusiaan, dan memiliki komitmen terhadap masa depan bangsa. Sekolah Negarawan berharap langkah ini dapat semakin memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Iran sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan kenegaraan di tingkat global.