Prabowo Gratiskan Bawaan Petani di Kereta, Islam Ingatkan: Pelayanan Rakyat Adalah Ibadah

muslimX
By muslimX
4 Min Read

muslimx.idPresiden RI Prabowo Subianto meluncurkan layanan kereta khusus bagi petani dan pedagang kecil, di mana seluruh barang bawaan digratiskan sementara penumpang hanya membayar tiket perjalanan.

Pengumuman itu disampaikan saat meresmikan wajah baru Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

“Kalau untuk petani dan pedagang, tetap disubsidi 60 persen, barangnya tidak bayar,” tegas Presiden.

Kebijakan ini merupakan bagian dari subsidi pemerintah sebesar 60 persen untuk menjaga biaya transportasi tetap terjangkau bagi masyarakat.

PT KAI telah menyiapkan delapan unit kereta hijau khusus petani dan pedagang, yang beroperasi di rute Merak–Rangkasbitung, dan akan diperluas ke Tanah Abang setelah tahap uji coba berjalan optimal.

Partai X: Kebijakan Pro Rakyat, Tapi Waspadai Ancaman Sosial

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai kebijakan gratiskan layanan kereta khusus petani itu sebagai langkah pro rakyat yang nyata. Menurutnya, negara yang hadir di tengah rakyat kecil adalah wujud pemerintahan yang benar-benar melayani.

“Tugas negara itu tiga melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika ini dijalankan, kebijakan seperti ini adalah bentuk pelayanan sejati,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ancaman sosial seperti judi online kini semakin merusak sendi moral masyarakat. 

“Negara harus menutup semua ruang kejahatan ekonomi yang menghancurkan masa depan rakyat,” tegas Prayogi.

Pandangan Islam: Pemimpin Adalah Pelayan, Bukan Penguasa

Dalam pandangan Islam, kebijakan pro rakyat seperti subsidi transportasi dan dukungan bagi petani merupakan bagian dari amanah kepemimpinan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka.” (HR. Muslim)

Pemimpin dalam Islam bukan penguasa yang ingin dipuji, tetapi pelayan umat yang bekerja untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Al-Qur’an menegaskan:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)

Artinya, pelayanan rakyat dan pemberantasan kemungkaran adalah dua sisi yang tidak boleh dipisahkan. Negara yang menolong petani tetapi membiarkan maraknya judi online sama saja membangun di satu sisi dan merobohkan di sisi lain.

Solusi Islam: Sinergi Ekonomi dan Moral Sosial

Islam mengajarkan bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya diukur dari ekonomi, tetapi juga dari kemuliaan akhlak dan stabilitas sosial. Maka kebijakan ekonomi rakyat harus diimbangi dengan reformasi moral publik. Beberapa langkah sesuai prinsip keadilan Islam antara lain:

  1. Transparansi dalam subsidi publik.
    Agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu, sebagaimana perintah Allah:
  2. Gerakan ekonomi kerakyatan berbasis kejujuran dan halal.
    Islam menekankan pentingnya keberkahan dalam usaha rakyat kecil, bukan sekadar untung besar.
  3. Pendidikan moral digital untuk mencegah judi online. 

Dengan demikian, reformasi ekonomi harus berjalan seiring dengan reformasi moral, agar rakyat tidak hanya sejahtera secara lahir, tapi juga kuat secara batin.

Penutup: Negara Hadir Ketika Rakyat Terlindungi dari Derita dan Dosa

Islam mengajarkan bahwa negara yang baik bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi melindungi rakyat dari penderitaan dan kemaksiatan. Kebijakan Presiden Prabowo dalam memberikan fasilitas gratis bagi petani dan pedagang kecil merupakan langkah baik yang patut diapresiasi asalkan dijaga dari korupsi, manipulasi, dan kepentingan politik sesaat.

Rakyat akan merasa negara benar-benar hadir ketika mereka aman, sejahtera, dan terjaga martabatnya. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi, dan menjadikan mereka pemimpin, serta menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.” (QS. Al-Qashash: 5)

Jika kebijakan ekonomi berjalan seiring dengan ketegasan moral, maka keadilan sosial dan kesejahteraan spiritual akan tumbuh bersama. Itulah wujud nyata negara yang adil, melayani, dan berpihak kepada rakyat sebagaimana diajarkan oleh Islam.

Share This Article