Khutbah Jumat Edisi 30 Januari 2026: Praktik Korupsi Pemerintah Islam Ingatkan Menegakkan Kejujuran dan Integritas

muslimX
By muslimX
5 Min Read

muslimx.id – Khutbah Jumat edisi 30 Januari 2026 menyoroti pentingnya kesadaran hidup menurut Islam dalam menghadapi praktik korupsi yang merajalela, baik di tingkat pemerintahan maupun masyarakat. Islam mengajarkan bahwa hidup yang benar adalah hidup yang dilandasi oleh kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, terutama bagi mereka yang memegang kekuasaan. Praktik korupsi, baik berupa penyalahgunaan jabatan, suap, atau penyelewengan anggaran, jelas bertentangan dengan prinsip dasar Islam yang menekankan keadilan, amanah, dan moralitas tinggi.

Islam mengingatkan bahwa setiap pemimpin dan pejabat publik akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kebijakan dan tindakannya, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, menegakkan kejujuran dan integritas dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam pengelolaan kekuasaan dan harta negara, adalah kewajiban yang tidak bisa diabaikan.

Korupsi sebagai Penyimpangan dari Tanggung Jawab

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan jangan pula mengkhianati amanah-amanah yang diberikan kepada kalian, sedangkan kamu mengetahui.”(QS. Al-Anfal: 27)

Ayat ini mengingatkan umat Islam bahwa setiap amanah yang diberikan, baik kepada individu maupun pemerintah, harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang telah dipercayakan kepada pemimpin dan pejabat publik. Penyalahgunaan kekuasaan atau anggaran negara untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang sangat tercela dalam pandangan Islam.

Kejujuran dan Integritas sebagai Pilar Kepemimpinan yang Sahih

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pemimpin yang paling buruk adalah pemimpin yang menipu rakyatnya. Tidak ada yang lebih buruk daripada pemimpin yang menipu dan menyalahgunakan kekuasaan.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa seorang pemimpin yang menipu dan menyalahgunakan kekuasaan tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga merusak hubungan antara rakyat dengan pemerintah. Kejujuran dan integritas adalah syarat utama bagi setiap pemimpin dalam Islam. Ketika pemimpin tidak lagi memegang prinsip ini, maka negara akan terjerumus dalam ketidakadilan dan kerusakan.

Islam Menekankan Akuntabilitas dan Transparansi

Khutbah ini mengingatkan bahwa akuntabilitas dan transparansi adalah prinsip yang diajarkan dalam Islam, terutama terkait dengan pengelolaan harta negara. Setiap keputusan yang diambil harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh ada yang disembunyikan dari rakyat. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang terbuka dan jujur dalam setiap tindakan dan kebijakan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, agar kamu dapat memakan sebagian dari harta orang lain dengan dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)

Ayat ini menegaskan larangan keras terhadap korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan praktik suap. Semua ini adalah bentuk kebatilan yang dapat merusak keadilan dan menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan.

Menegakkan Keadilan Sosial dengan Menghindari Korupsi

Khutbah Jumat mengingatkan bahwa keadilan sosial hanya dapat terwujud jika praktik-praktik korupsi dihentikan. Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menambah penderitaan rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan keadilan dan bantuan pemerintah. Negara yang bersih dari korupsi akan menciptakan lingkungan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai keadilan dalam setiap perkara, baik dalam masalah kecil maupun besar.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Islam bukanlah pilihan, tetapi kewajiban yang harus ditegakkan. Pemimpin yang adil akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan menghindari setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Penutup dan Doa

Khutbah Jumat edisi 30 Januari 2026 mengingatkan bahwa praktik korupsi pemerintah adalah pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan oleh rakyat. Kesadaran hidup menurut Islam adalah bekal penting dalam menegakkan kejujuran dan integritas, serta menjaga akuntabilitas dalam pemerintahan. Dengan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan negara dapat bebas dari praktik korupsi dan mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat.

Allahumma ya Allah, jauhkan negeri kami dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Berikanlah pemimpin kami hati yang jujur dan amanah dalam mengemban tanggung jawab. Teguhkan kami untuk selalu menegakkan keadilan dan menghindari segala bentuk kebatilan. Semoga negara kami diberkahi dengan pemerintahan yang adil, transparan, dan penuh dengan integritas.

Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.

Share This Article