muslimx.id – Khutbah Jumat edisi 13 Januari 2026 mengangkat tema “demokrasi Islam dan hak”, yang menekankan bagaimana konsep demokrasi dalam Islam harus berlandaskan pada pemenuhan hak setiap individu serta kesejahteraan umat. Dalam Islam, demokrasi bukan hanya sebuah sistem pemerintahan. Tetapi juga merupakan cara untuk menegakkan hak-hak dasar rakyat, memastikan keadilan, dan menjaga keseimbangan sosial. Demokrasi Islam mengajarkan bahwa hak-hak rakyat harus dihormati, dan pemimpin yang dipilih harus bertanggung jawab terhadap kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Demokrasi dalam Islam tidak hanya melibatkan proses pemilihan, tetapi juga menuntut adanya transparansi, keadilan, dan akuntabilitas dari setiap pemimpin. Dalam sistem ini, setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah harus mencerminkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Serta menjaga hak-hak mereka, dan memastikan keadilan dalam pembagian sumber daya.
Hak Setiap Individu Menurut Islam
Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah memuliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, dan Kami beri mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra: 70)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu diangkat martabatnya oleh Allah SWT, dan diberikan hak-hak untuk hidup dengan layak. Dalam konteks demokrasi Islam dan hak, ini mengingatkan kita bahwa hak setiap orang untuk hidup dengan martabat, memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan kebebasan dalam menjalani kehidupan yang baik adalah hak dasar yang harus dijaga dalam pemerintahan yang adil.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang diangkat menjadi pemimpin suatu kaum, lalu ia tidak memperhatikan kepentingan mereka, maka Allah tidak akan memperhatikannya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa pemimpin dalam Islam memiliki kewajiban untuk memperhatikan kesejahteraan dan hak rakyatnya. Dalam demokrasi Islam dan hak, pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebijakan, tetapi juga terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi rakyat yang dipimpinnya. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari setiap kebijakan yang diambil dalam sistem ini.
Demokrasi Islam dan Kewajiban Memenuhi Hak Rakyat
Khutbah ini menegaskan bahwa demokrasi Islam mengutamakan partisipasi aktif dari rakyat dalam menentukan nasib mereka. Namun hal itu harus dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Setiap individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pemerintahan, menyampaikan pendapat, dan memilih pemimpin yang akan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini mengajarkan pentingnya kebersamaan dan partisipasi dalam menciptakan kebaikan. Dalam konteks demokrasi Islam, setiap individu berperan aktif dalam menjaga keseimbangan dan keadilan sosial. Oleh karena itu, hak untuk memilih dan berpartisipasi dalam pemerintahan adalah bagian dari kewajiban yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Penutup dan Doa
Khutbah Jumat edisi 13 Januari 2026 menggarisbawahi bahwa demokrasi Islam dan hak adalah landasan penting dalam menciptakan sistem pemerintahan yang adil dan berkeadilan sosial. Dengan prinsip-prinsip Islam yang menekankan penghormatan terhadap hak setiap individu dan kesejahteraan umat. Demokrasi Islam dapat menjadi solusi untuk membangun masyarakat yang lebih baik, adil, dan makmur. Pemimpin yang adil dan amanah akan menjadikan negara sebagai tempat yang penuh dengan keadilan dan kesejahteraan bagi semua rakyat.
Allahumma ya Allah, berikanlah kami pemimpin yang amanah dan adil.
Teguhkan hati kami untuk selalu menegakkan hak-hak setiap individu dan menjaga kesejahteraan umat.
Lindungi negeri kami dari ketidakadilan dan kebijakan yang merugikan rakyat.
Semoga negara kami dipenuhi dengan keadilan dan kemakmuran.
Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.