Mahasiswa dan Visi Pembangunan Negara: Mengapa Kampus Tidak Boleh Apatis Politik

muslimX
By muslimX
4 Min Read

muslimx.id  — Kampus sejak lama dikenal sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan besar tentang masa depan bangsa. Di ruang-ruang kelas, forum diskusi, hingga organisasi mahasiswa, berbagai ide tentang visi pembangunan negara sering dibicarakan. Namun dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan yang cukup mengkhawatirkan: sebagian mahasiswa mulai bersikap apatis terhadap pemerintahan.

Padahal sikap apatis tersebut dapat menjauhkan mahasiswa dari diskursus penting mengenai visi pembangunan negara. Politik dalam arti luas bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan tentang bagaimana sebuah bangsa merumuskan arah kebijakan, mengelola kepentingan publik, dan membangun kesejahteraan masyarakat.

Politik dalam Perspektif Islam

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan dan pengelolaan urusan publik merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, umat tidak dianjurkan untuk bersikap apatis terhadap urusan masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan sosial di sekitarnya. Dalam konteks negara, tanggung jawab tersebut berkaitan dengan bagaimana masyarakat ikut menjaga keadilan, mengawasi kekuasaan, dan memastikan arah pembangunan berjalan untuk kemaslahatan bersama.

Dengan demikian, pembahasan tentang visi pembangunan negara tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai tanggung jawab sosial yang diajarkan dalam Islam.

Kampus dan Tanggung Jawab Intelektual

Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan bangsa karena mereka berada di lingkungan yang penuh dengan tradisi keilmuan. Akses terhadap literatur, penelitian, dan diskusi akademik membuat mahasiswa memiliki peluang besar untuk memahami berbagai persoalan negara secara lebih mendalam.

Direktur X-Institute, Prayogi R. Saputra, menilai bahwa mahasiswa tidak boleh menjauh dari diskursus pembangunan nasional.

“Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan visi pembangunan negara. Jika mahasiswa apatis terhadap pemerintahan, maka ruang perumusan gagasan masa depan bangsa akan kehilangan perspektif kritis dari generasi muda,” ujar Prayogi.

Menurutnya, pendidikan politik di kampus bukan bertujuan menjadikan mahasiswa sebagai alat kekuatan tertentu. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan berpikir kritis terhadap kebijakan publik serta memahami bagaimana arah pembangunan negara ditentukan.

Tradisi Kritik dalam Islam dan Kampus

Islam sendiri memiliki tradisi kuat dalam mendorong umatnya untuk menyampaikan kebenaran dan mengoreksi kekuasaan yang tidak adil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kebenaran dihadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini sering dijadikan rujukan bahwa menyampaikan kritik terhadap kekuasaan bukanlah tindakan yang salah, selama dilakukan dengan cara yang benar dan bertujuan menjaga keadilan.

Dalam konteks negara modern, tradisi tersebut dapat diwujudkan melalui diskusi akademik, kajian kebijakan publik, serta partisipasi mahasiswa dalam membahas berbagai isu pembangunan.

Mahasiswa dan Masa Depan Bangsa

Sejarah menunjukkan bahwa mahasiswa sering menjadi motor perubahan sosial dan pemerintahan di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, berbagai momentum penting dalam sejarah bangsa juga tidak terlepas dari peran mahasiswa.

Karena itu, penting bagi kampus untuk tetap menjadi ruang terbuka bagi diskusi tentang visi pembangunan negara. Dari ruang diskusi itulah lahir gagasan-gagasan baru yang dapat membantu bangsa menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Mahasiswa tidak hanya belajar untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga untuk memahami tanggung jawab sosial mereka sebagai bagian dari masyarakat. Ketika mahasiswa berani terlibat dalam diskursus tentang arah pembangunan bangsa, mereka sebenarnya sedang menjalankan peran penting dalam menjaga masa depan negara sekaligus menjalankan nilai-nilai tanggung jawab yang diajarkan dalam Islam.

Share This Article