muslimx.id – Khutbah Jumat edisi 10 Juli 2026 mengangkat persoalan realitas sosial terabaikan, ketika nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan keadilan mulai kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat. Perubahan zaman yang cepat sering kali membuat sebagian manusia lebih mengejar kepentingan pribadi, keuntungan materi, dan kekuasaan, sementara penderitaan masyarakat kecil, ketimpangan sosial, serta persoalan kemanusiaan kurang mendapatkan perhatian. Islam mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana nilai keadilan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama dijalankan. Ketika nilai Islam tidak lagi menjadi pedoman, masyarakat dapat kehilangan arah moral dan semakin jauh dari prinsip kehidupan yang berkeadilan.
Islam Mengajarkan Kepedulian terhadap Sesama
Allah SWT berfirman: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya…” (QS. Al-Baqarah: 177)
Ayat ini menjelaskan bahwa keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Seorang Muslim tidak cukup hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga harus memperbaiki hubungan dengan manusia.
Ketika masyarakat mengabaikan orang miskin, membiarkan ketidakadilan, atau tidak peduli terhadap penderitaan orang lain, maka nilai kebajikan yang diajarkan Islam mulai kehilangan maknanya dalam kehidupan nyata.
Hadis tentang Tanggung Jawab terhadap Sesama
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa kasih sayang dan kepedulian merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Kehidupan sosial yang sehat dibangun dari rasa saling memperhatikan, bukan dari sikap mementingkan diri sendiri.
Pemimpin, masyarakat, dan setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan bersama. Ketika penderitaan orang lain dianggap bukan masalah bersama, maka rasa persaudaraan dan solidaritas umat akan semakin melemah.
Ketika Nilai Islam Tidak Lagi Menjadi Pedoman
Hilangnya nilai Islam dalam kehidupan sosial dapat terlihat dari berbagai persoalan: Masyarakat yang semakin individualistis dapat membuat kelompok rentan semakin terpinggirkan. Anak yatim, fakir miskin, pekerja kecil, dan masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi membutuhkan perhatian, bukan pengabaian.
Islam menempatkan keadilan sebagai prinsip utama kehidupan. Namun ketika kepentingan pribadi dan kelompok lebih diutamakan, maka hak orang lain dapat terabaikan.Dalam Islam, kekuasaan bukanlah kehormatan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk melayani dan melindungi masyarakat. Pemimpin yang jauh dari nilai Islam berpotensi melupakan penderitaan rakyat yang dipimpinnya.
Islam Menjadikan Keadilan sebagai Dasar Kehidupan
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.”
(QS. An-Nahl: 90)
Ayat ini menjadi pedoman bahwa masyarakat yang baik harus dibangun di atas keadilan dan kebajikan. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memberikan prinsip dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Nilai Islam seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian harus kembali menjadi pedoman agar persoalan sosial tidak semakin jauh dari penyelesaian.
Mengembalikan Nilai Islam dalam Kehidupan Sosial
Untuk menghadapi realitas sosial yang semakin kompleks, diperlukan upaya bersama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, masyarakat perlu memperkuat kepedulian sosial dengan membantu sesama dan tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Kedua, pemimpin harus menjadikan amanah dan keadilan sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Ketiga, setiap individu harus menyadari bahwa seluruh perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa kemajuan sebuah bangsa bukan hanya dilihat dari kekayaan dan kekuatan ekonominya, tetapi juga dari sejauh mana keadilan dan kasih sayang hadir dalam kehidupan masyarakat.
Penutup dan Doa
Khutbah Jumat edisi 10 Juli 2026 mengingatkan bahwa realitas sosial terabaikan terjadi ketika nilai-nilai Islam seperti keadilan, kepedulian, dan amanah tidak lagi menjadi pedoman utama. Masyarakat yang kehilangan nilai moral akan mudah mengalami perpecahan, ketimpangan, dan hilangnya rasa kemanusiaan. Karena itu, umat Islam harus kembali menjadikan ajaran Allah SWT sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Dengan menegakkan keadilan, memperkuat kepedulian, dan menjaga amanah, kehidupan masyarakat yang penuh keberkahan dapat diwujudkan.
Ya Allah, hidupkan kembali nilai-nilai kebaikan dalam hati kami. Jadikan kami hamba yang peduli terhadap sesama, menegakkan keadilan, dan menjaga amanah. Bimbing para pemimpin kami agar selalu berpihak kepada kebenaran dan kesejahteraan rakyat. Jauhkan negeri kami dari ketidakpedulian, kezaliman, dan perpecahan. Limpahkan keberkahan, kedamaian, serta rahmat-Mu kepada kami semua. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.