muslimx.id – Khutbah Jumat edisi 13 Maret 2026 menekankan bahwa menegakkan amanah kekuasaan dalam Islam merupakan kewajiban setiap pemimpin dan umat. Kekuasaan bukanlah hak untuk semena-mena, tetapi amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Islam menegaskan bahwa mencegah kezaliman adalah bagian dari iman, dan setiap bentuk ketidakadilan, penyalahgunaan wewenang, atau penindasan harus dilawan dengan prinsip hukum dan moral Islam.
Setiap individu, khususnya pemimpin, wajib memastikan bahwa kekuasaan yang dimiliki dijalankan secara adil, melindungi hak rakyat, dan menegakkan keadilan sosial sesuai dengan syariat.
Larangan Kezaliman dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa kezaliman dan kesombongan adalah perilaku yang dilarang dalam Islam. Pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan dengan memandang rendah rakyat atau mengeksploitasi mereka telah melakukan kezaliman. Islam mengajarkan agar pemimpin selalu rendah hati, menegakkan hak-hak rakyat, dan menggunakan kekuasaan sebagai amanah untuk kesejahteraan masyarakat.
Mencegah Kezaliman adalah Kewajiban Umat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu juga, dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa mencegah kezaliman adalah bagian integral dari iman. Umat Islam memiliki kewajiban untuk menegakkan kebenaran dan menentang ketidakadilan. Dalam konteks kekuasaan, ini berarti setiap warga negara dan pemimpin harus aktif memastikan bahwa amanah yang dipegang dijalankan dengan benar dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Keadilan sebagai Dasar Kekuasaan dalam Islam
Islam mengajarkan bahwa kekuasaan hanya sah jika dijalankan dengan prinsip keadilan dan amanah. Setiap keputusan yang diambil harus melindungi hak rakyat dan menegakkan hukum dengan adil. Pemimpin yang adil akan memastikan bahwa tidak ada individu atau kelompok yang terzalimi dan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.”(QS. An-Nahl: 90)
Ayat ini menegaskan bahwa keadilan adalah landasan dalam menjalankan kekuasaan. Pemimpin wajib menegakkan hukum yang adil, menghindari praktik kezaliman, dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas. Mengabaikan prinsip ini berarti menyimpang dari amanah yang diberikan oleh Allah SWT.
Pertanggungjawaban Kekuasaan di Hadapan Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa setiap orang yang memegang kekuasaan akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Amanah kekuasaan bukan hak pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga. Mencegah kezaliman dan menegakkan keadilan adalah bentuk pelaksanaan amanah tersebut sesuai tuntunan Islam.
Penutup dan Doa
Khutbah Jumat edisi 13 Maret 2026 menekankan bahwa hukum mencegah kezaliman dan menegakkan amanah kekuasaan adalah kewajiban setiap muslim, terutama bagi para pemimpin. Kekuasaan harus dijalankan dengan prinsip keadilan, integritas, dan tanggung jawab penuh terhadap rakyat. Islam mengajarkan bahwa mencegah kezaliman adalah bagian dari iman, dan pemimpin yang amanah akan memastikan setiap kebijakan dan tindakan mereka berpihak pada kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.
Allahumma ya Allah, teguhkanlah hati kami untuk selalu menegakkan keadilan dan mencegah kezaliman.
Bimbinglah pemimpin kami agar selalu menjalankan amanah kekuasaan dengan penuh tanggung jawab.
Lindungi rakyat dari penindasan dan jadikan negara kami adil dan makmur.
Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.