Khutbah Jumat Edisi 24 April 2026: Kesejahteraan Masyarakat Rendah, Membangun Kehidupan Sejahtera dalam Perspektif Islam

muslimX
By muslimX
3 Min Read

muslimx.id Fenomena kesejahteraan masyarakat yang rendah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan yang hanya berorientasi pada bertahan tidak cukup untuk membangun masa depan yang lebih baik. Banyak di antara masyarakat yang hidup sekadar mencukupi kebutuhan hari ini, tanpa memiliki ruang untuk berkembang.

Padahal dalam Islam, kehidupan tidak hanya ditujukan untuk bertahan, tetapi untuk mencapai kesejahteraan yang bermartabat. Kesejahteraan bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang harus diupayakan bersama.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya…” (QS. Al-A’raf: 56)

Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan harus dijaga, diperbaiki, dan ditingkatkan, bukan dibiarkan dalam kondisi yang lemah dan tidak berkembang.

Mengubah Paradigma: Dari Bertahan ke Berkembang

Langkah awal untuk memperbaiki kondisi ini adalah mengubah cara pandang. Kita tidak boleh terus-menerus merasa cukup dengan sekadar bertahan. Umat harus memiliki semangat untuk berkembang dan memperbaiki kualitas hidup.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi kuat baik secara ekonomi, ilmu, maupun akhlak. Dengan semangat berkembang, masyarakat akan memiliki harapan dan arah untuk masa depan yang lebih baik.

Peran Negara dalam Mewujudkan Kesejahteraan

Kesejahteraan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran negara. Negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang membuka akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan publik yang layak.

Ketika kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat, maka kesejahteraan akan lebih mudah terwujud. Sebaliknya, jika kebijakan jauh dari kebutuhan masyarakat, maka kesenjangan akan terus terjadi.

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Jalan Perubahan

Selain peran negara, masyarakat juga harus diberdayakan. Kesejahteraan tidak akan tercapai jika masyarakat hanya menjadi penerima tanpa kemampuan untuk berkembang.

Pendidikan, keterampilan, dan peluang ekonomi adalah kunci untuk membangun kemandirian. Ketika masyarakat diberdayakan, mereka tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

Dalam Islam, kesejahteraan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang martabat dan keadilan. Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang antara kebutuhan dunia dan tanggung jawab akhirat.

Islam mendorong umatnya untuk bekerja, berusaha, dan memperbaiki kehidupan, sekaligus menjaga nilai-nilai keadilan dan kepedulian sosial.

Penutup: Harapan dan Doa

Kesejahteraan masyarakat yang rendah bukanlah kondisi yang harus diterima begitu saja. Ia harus menjadi pemicu perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari bertahan menuju berkembang, dari keterbatasan menuju kesejahteraan itulah arah yang harus kita perjuangkan bersama.

Ya Allah, cukupkan kami dengan rezeki yang halal dan berkah. Angkat kesulitan dari kehidupan kami dan masyarakat kami.

Ya Allah, jadikan negeri kami negeri yang adil dan sejahtera. Bimbing kami dan para pemimpin kami untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami’ul ‘Alim.
آمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِين

Share This Article