Khutbah Jumat Edisi 11 September 2026: Makna Kemajuan Indonesia dalam Islam, Membangun Negeri yang Maju Tanpa Kehilangan Arah

muslimX
By muslimX
8 Min Read

muslimx.idHari ini kita hidup dalam zaman yang sering disebut sebagai zaman kemajuan. Kita menyaksikan gedung-gedung tinggi berdiri, jalan dan infrastruktur terus dibangun, teknologi berkembang dengan cepat, ekonomi mengalami perubahan, dan berbagai pelayanan semakin terdigitalisasi. Semua itu merupakan bagian dari kemampuan manusia dalam membangun kehidupan. Sebagai seorang muslim perlunya kita belajar makna kemajuan Indonesia. 

Apakah sebuah bangsa disebut maju hanya karena ekonominya tumbuh? Atau apakah sebuah negara disebut maju hanya karena teknologinya canggih? Apakah pembangunan dapat disebut berhasil hanya karena gedung-gedung semakin tinggi dan kota semakin modern? Islam mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan tidak boleh hanya diukur dari apa yang tampak secara lahiriah.

Kemajuan Bukan Sekadar Kemegahan

Tidak ada yang salah dengan pembangunan. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menolak ilmu pengetahuan, teknologi, perdagangan, industri, maupun pembangunan infrastruktur.

Justru manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi. Allah SWT berfirman:

هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (QS. Hud: 61)

Ayat ini mengandung pesan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memakmurkan bumi.

Karena itu, jalan raya yang membuka akses masyarakat, rumah sakit yang menyelamatkan kehidupan, sekolah yang mencerdaskan anak-anak, teknologi yang memudahkan pekerjaan, dan industri yang menciptakan lapangan kerja merupakan bagian dari ikhtiar memakmurkan kehidupan.

Tetapi pembangunan tidak boleh berhenti pada kemegahan. Sebuah gedung dapat tinggi, tetapi masyarakat di sekitarnya belum tentu sejahtera. Teknologi dapat semakin canggih, tetapi manusia belum tentu semakin bijaksana. Ekonomi dapat tumbuh, tetapi ketimpangan dapat tetap terjadi. Karena itu, kemajuan harus memiliki tujuan.

Kemajuan Harus Menghasilkan Kemaslahatan

Dalam Islam, salah satu ukuran penting dalam kehidupan adalah kemaslahatan. Apa yang dibangun harus memberikan manfaat dan tidak menjadi sumber kerusakan.

Allah SWT berfirman:

وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

Ayat ini memberikan prinsip yang sangat penting bagi pembangunan. Manusia boleh membangun, tetapi jangan merusak. Boleh mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi jangan mengorbankan manusia. Manusia boleh menguasai teknologi, tetapi jangan menggunakannya untuk menghancurkan kehidupan. Pembangunan yang benar adalah pembangunan yang menghadirkan manfaat tanpa menciptakan kerusakan yang lebih besar.

Manusia Harus Menjadi Pusat Pembangunan

Kesalahan dalam memahami kemajuan dapat terjadi ketika manusia hanya dipandang sebagai angka. Kemiskinan menjadi angka. Pengangguran menjadi angka. Pertumbuhan ekonomi menjadi angka. Produktivitas menjadi angka. Jumlah tenaga kerja menjadi angka.

Padahal dibalik angka-angka itu terdapat kehidupan manusia. Di balik angka kemiskinan ada keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di belakang angka pengangguran ada anak muda yang sedang mencari masa depan. Dan dibelakang angka pertumbuhan ekonomi ada masyarakat yang berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, pembangunan harus kembali menempatkan manusia sebagai pusat. Jalan dibangun agar manusia lebih mudah bergerak. Teknologi dikembangkan agar manusia lebih mudah bekerja. Pendidikan diperkuat agar manusia memiliki pengetahuan. Ekonomi dibangun agar manusia memperoleh kehidupan yang layak. Dengan demikian, pembangunan bukan sekadar tentang apa yang berhasil dibangun, tetapi tentang apa yang dirasakan manusia setelah pembangunan itu dilakukan.

Kemajuan Tanpa Akhlak Dapat Kehilangan Arah

Ada satu hal yang sering terlupakan dalam pembicaraan tentang kemajuan, yaitu karakter manusia. Kita dapat memiliki teknologi yang sangat maju, tetapi jika manusia kehilangan kejujuran, teknologi dapat digunakan untuk menyebarkan kebohongan.

Kita bisa memiliki ekonomi yang kuat, tetapi jika manusia kehilangan kepedulian, kekayaan dapat terkumpul hanya pada sebagian kecil masyarakat. Semua orang bisa memiliki kekuasaan yang besar, tetapi jika kekuasaan tidak disertai amanah, ia dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan.

Karena itu, kemajuan material harus berjalan bersama kemajuan moral. Islam tidak memisahkan pembangunan kehidupan dunia dari pembangunan akhlak manusia. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Hadis ini mengingatkan bahwa kemajuan manusia tidak hanya terletak pada kemampuan menciptakan sesuatu, tetapi juga pada kemampuan menggunakan ciptaan tersebut dengan akhlak.

Kekayaan Harus Berjalan Bersama Keadilan

Sebuah negara dapat mengalami pertumbuhan ekonomi, tetapi pertanyaan berikutnya adalah: siapa yang menikmati hasil pertumbuhan tersebut?

Jika kekayaan bertambah tetapi kesempatan semakin tidak merata, maka pembangunan perlu kembali diperiksa arahnya.

Islam memberikan perhatian besar terhadap keadilan sosial. Harta tidak boleh hanya berputar di antara kelompok tertentu. Kesempatan harus dibuka seluas mungkin. Orang lemah harus mendapatkan perlindungan. Mereka yang tertinggal harus mendapatkan kesempatan untuk bangkit.

Sebab kemajuan sebuah bangsa tidak semestinya hanya diukur dari seberapa kaya sebagian masyarakatnya, tetapi juga dari seberapa kuat negara tersebut mengangkat mereka yang masih tertinggal.

Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Nilai

Kita membutuhkan pendidikan yang berkualitas, membutuhkan industri yang kuat, membutuhkan teknologi yang maju, membutuhkan infrastruktur yang baik, membutuhkan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Tetapi semua itu tidak boleh membuat kita kehilangan nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan. Kita tidak ingin menjadi bangsa yang modern tetapi kehilangan kepedulian. Tidak ingin menjadi bangsa yang kaya tetapi penuh ketimpangan. Kita tidak ingin menjadi bangsa yang canggih tetapi kehilangan kejujuran.

Kemajuan yang kita cari adalah kemajuan yang membawa manusia menjadi lebih bermartabat.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Menentukan Arah Kemajuan Indonesia

Teknologi akan terus berkembang. Kota akan terus berubah. Dunia kerja akan mengalami transformasi. Ekonomi akan menghadapi tantangan baru. Generasi mendatang akan hidup dalam keadaan yang mungkin sangat berbeda dari kehidupan kita hari ini.

Karena itu, yang perlu kita pikirkan bukan hanya seberapa cepat Indonesia maju, tetapi juga ke mana Indonesia bergerak. Kemajuan tanpa arah dapat membuat bangsa kehilangan tujuan. Kita boleh mengejar pertumbuhan, tetapi jangan meninggalkan keadilan, boleh mengejar teknologi, tetapi jangan meninggalkan akhlak. Kita boleh membangun kota-kota modern, tetapi jangan melupakan masyarakat yang berada di dalamnya.

Penutup: Harapan dan Doa 

Ketika anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak. Saat masyarakat memperoleh pekerjaan yang bermartabat. Apabila keluarga dapat hidup dengan tenang. Ketika orang miskin memiliki kesempatan untuk bangkit. Ketika lingkungan tetap terjaga. saat hukum ditegakkan dengan adil. Dan teknologi digunakan untuk kebaikan.

Itulah pembangunan yang memiliki arah. Sebab bangsa yang benar-benar maju bukan hanya bangsa yang mampu mengejar masa depan, tetapi bangsa yang mampu membawa rakyatnya menuju masa depan dengan tetap menjaga martabat dan kemanusiaan.

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami dan perbaikilah negeri kami, berikanlah kepada Indonesia kemajuan yang membawa kemaslahatan. Jadikan pembangunan di negeri ini sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat keadilan, menjaga lingkungan, dan mengangkat martabat manusia.

Ya Allah, karuniakan kepada para pemimpin kami amanah, keadilan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Jangan biarkan kemajuan menjauhkan kami dari-Mu, kekayaan membuat kami sombong, teknologi membuat kami kehilangan kemanusiaan. Jangan biarkan pembangunan membuat kami melupakan mereka yang lemah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Share This Article