muslimx.id – Kepemimpinan amanah dalam Islam adalah ukuran utama dalam menilai kualitas seorang pemimpin. Jabatan dan kekuasaan tidak dipandang sebagai kehormatan semata, melainkan sebagai titipan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan manusia. Ketika amanah dijadikan tolak ukur kepemimpinan, maka keadilan, keberpihakan kepada rakyat, dan kemaslahatan bersama akan terwujud.
Islam menolak model kepemimpinan yang berorientasi pada kekuasaan dan kepentingan pribadi. Sebaliknya, pemimpin yang amanah hadir untuk melayani, melindungi, dan memastikan hak-hak rakyat terpenuhi.
Amanah Adalah Perintah Langsung dari Allah SWT
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)
Ayat ini menegaskan bahwa amanah dan keadilan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kepemimpinan. Pemimpin yang amanah wajib menempatkan kebijakan, anggaran, dan kekuasaan sesuai dengan hak rakyat, bukan berdasarkan kepentingan kelompok atau kedekatan.
Amanah Menjadi Ukuran Kepercayaan Rakyat
Khutbah menegaskan bahwa kepercayaan rakyat tidak lahir dari janji dan pencitraan, melainkan dari konsistensi pemimpin dalam menjaga amanah. Ketika amanah diabaikan, ketidakpercayaan sosial akan tumbuh dan melemahkan persatuan bangsa.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27)
Ayat ini menegaskan bahwa pengkhianatan amanah dilakukan dengan kesadaran penuh. Dalam konteks kepemimpinan, pengkhianatan amanah berarti mengorbankan kepentingan rakyat demi keuntungan pribadi atau kekuasaan.
Kepemimpinan Amanah Dalam Islam Membawa Keberkahan Negeri
Islam mengajarkan bahwa keberkahan suatu negeri sangat bergantung pada kualitas amanah para pemimpinnya. Pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab akan menghadirkan ketenangan sosial, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pemimpin yang adil akan berada di atas mimbar dari cahaya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan kemuliaan pemimpin yang menjadikan amanah sebagai prinsip utama. Keadilan dan amanah bukan hanya membawa manfaat di dunia, tetapi juga kedudukan mulia di sisi Allah SWT.
Penutup dan Doa
Khutbah Jumat edisi 9 Januari 2026 menegaskan bahwa amanah adalah ukuran sejati kepemimpinan dalam Islam. Tanpa amanah, kekuasaan berubah menjadi sumber kezaliman. Dengan amanah, kepemimpinan menjadi sarana ibadah dan jalan menghadirkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat.Allahumma ya Allah, jadikanlah para pemimpin kami pemimpin yang amanah dan adil.
Teguhkan hati mereka untuk menjaga kepercayaan rakyat dan menunaikan tanggung jawabnya. Jauhkan negeri kami dari pengkhianatan amanah dan kepemimpinan yang zalim.
Limpahkan keberkahan bagi bangsa ini dengan hadirnya pemimpin yang takut kepada-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.