muslimx.id– Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ibadah pribadi, tetapi juga memberikan pelajaran besar tentang kehidupan sosial dan kenegaraan. Salah satu pelajaran penting adalah tentang negara ideal dalam Islam negeri yang baik, diberkahi, dan menenteramkan. Namun Al-Qur’an juga memperingatkan bahwa negeri makmur bisa runtuh ketika nilai dan amanah ditinggalkan.
Kisah kaum Saba menjadi contoh nyata. Mereka memiliki kemakmuran, sistem pertanian maju, dan lingkungan yang subur. Tetapi ketika mereka berpaling dari nilai syukur dan ketaatan, kemakmuran itu berubah menjadi bencana.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda di tempat kediaman mereka… makanlah olehmu dari rezeki Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu adalah) negeri yang baik dan Tuhanmu Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…” (QS. Saba’: 15–16)
Ayat ini menunjukkan bahwa negeri baik bisa berubah menjadi negeri rusak karena perubahan sikap manusia terhadap amanah.
Kemakmuran Tanpa Syukur Tidak Akan Bertahan
Dalam perspektif Islam, kemakmuran bukan hanya soal kekayaan dan pembangunan. Kemakmuran harus diikat dengan syukur. Syukur bukan hanya ucapan, tetapi tata kelola yang benar dan adil.
Ketika harta publik disalahgunakan, jabatan diperalat, dan kekuasaan dijalankan tanpa tanggung jawab itu adalah bentuk kufur sosial terhadap nikmat Allah.
Negara ideal dalam Islam bukan hanya kuat secara materi, tetapi juga kuat dalam amanah dan kejujuran.
Kerusakan Dimulai dari Hilangnya Amanah
Runtuhnya sebuah negeri sering kali tidak dimulai dari luar, tetapi dari dalam ketika amanah diabaikan dan diserahkan bukan kepada ahlinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran.” (HR. Bukhari)
Ketika keputusan tidak lagi berdasarkan kompetensi, hukum tidak lagi adil, dan jabatan menjadi alat kepentingan maka fondasi masyarakat mulai retak, walaupun tampak stabil di permukaan.
Keberkahan Lebih Penting dari Sekadar Pertumbuhan
Islam mengajarkan bahwa yang dicari bukan hanya pertumbuhan, tetapi keberkahan. Berkah adalah kebaikan yang menentramkan dan berkelanjutan.
Allah SWT berfirman:
“Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)
Ini menunjukkan bahwa keberkahan memiliki syarat moral. Tanpa iman, takwa, dan keadilan, kemajuan fisik tidak menjamin keselamatan sosial.
Para ulama menjelaskan tanda-tanda sebuah negeri mulai menjauh dari nilai kebaikan: hukum bisa diperjualbelikan, kezaliman dibiarkan, kebohongan dianggap biasa, amanah dianggap beban, kritik dibungkam, pujian palsu dipelihara.
Kerusakan besar sering lahir dari pembiaran kecil yang terus diulang.
Penutup: Harapan dan Doa
Pelajaran dari negeri Saba mengajarkan bahwa negara ideal harus dijaga dengan nilai, bukan hanya dibangun dengan materi. Kemakmuran harus dirawat dengan syukur, dan kekuasaan harus dikawal dengan amanah.
Menjaga negeri bukan hanya tugas pemimpin, tetapi tanggung jawab moral seluruh masyarakat. Negeri baik tidak lahir sekali jadi ia lahir dari nilai yang terus dirawat.
Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba yang amanah dan bersyukur. Tegakkan keadilan di tengah masyarakat kami.
Ya Allah, lindungi negeri kami dari kezaliman dan pengkhianatan amanah. Karuniakan pemimpin dan rakyat yang jujur serta bertanggung jawab. Ya Allah, turunkan keberkahan untuk negeri kami dan seluruh kaum Muslimin.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن