TEHERAN — Festival Kehidupan Berdampingan di Universitas Internasional Mazhab-Mazhab Islam, Teheran, menjadi ruang refleksi bagi Sekolah Negarawan mengenai pentingnya kepemimpinan dalam menjaga keberagaman masyarakat. Pesan yang disampaikan dalam pembukaan festival dinilai memiliki relevansi luas karena menyentuh persoalan yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Bagi Sekolah Negarawan, kehidupan berdampingan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami perbedaan, tetapi juga mampu mengelolanya menjadi kekuatan bersama.
Delegasi Sekolah Negarawan melihat bahwa keberagaman merupakan kenyataan yang melekat dalam kehidupan masyarakat modern. Perbedaan agama, budaya, tradisi, identitas, dan pemikiran tidak dapat dihilangkan, tetapi harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan kepemimpinan yang bijaksana. Ketika keberagaman dikelola dengan baik, masyarakat dapat tumbuh dalam suasana yang lebih kuat dan harmonis.
Indonesia menjadi salah satu contoh negara yang memiliki pengalaman panjang dalam membangun kehidupan bersama di tengah keragaman. Dengan berbagai latar belakang masyarakat yang berbeda, Indonesia memiliki tantangan sekaligus peluang untuk terus memperkuat nilai persatuan. Sekolah Negarawan menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa keberagaman dapat menjadi fondasi kekuatan bangsa apabila dipimpin dengan semangat kebersamaan.
Delegasi Sekolah Negarawan yang hadir dalam pembukaan Festival Kehidupan Berdampingan terdiri atas Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur International Affairs Abdullah Assegaf. Dalam kegiatan tersebut, delegasi berdiskusi dengan jajaran Universitas Internasional Mazhab-Mazhab Islam, termasuk Dr. Mahdi Jamalifa selaku Vice Chancellor for Cultural and Student Affairs. Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai model kepemimpinan yang mampu menjaga hubungan harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

Menurut Sekolah Negarawan, kehidupan berdampingan tidak hanya berbicara tentang hubungan antarindividu atau kelompok, tetapi juga berkaitan dengan kualitas kepemimpinan sebuah bangsa. Pemimpin memiliki peran besar dalam menciptakan suasana yang memungkinkan setiap masyarakat merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu menjadi penghubung yang mempertemukan berbagai perbedaan.
Sekolah Negarawan menilai bahwa pemimpin masa depan membutuhkan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar membuat keputusan. Seorang negarawan harus memiliki karakter yang mampu mendengar, memahami, dan merangkul berbagai kelompok masyarakat. Kepemimpinan semacam itu diperlukan agar perbedaan tidak berubah menjadi jarak, tetapi menjadi energi untuk membangun kehidupan bersama.
Pesan kehidupan berdampingan yang disampaikan dalam festival tersebut juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan perkembangan ekonomi. Kekuatan bangsa juga bergantung pada kemampuan menjaga kepercayaan, persaudaraan, dan hubungan sosial di tengah perubahan zaman. Masyarakat yang mampu hidup bersama dalam keberagaman akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sekolah Negarawan melihat kunjungan ke Teheran memberikan perspektif penting mengenai bagaimana pendidikan kepemimpinan harus terus dikembangkan. Pendidikan negarawan tidak hanya membentuk individu yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga membangun karakter yang peduli terhadap kepentingan masyarakat luas. Nilai kehidupan berdampingan menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk pemimpin yang mampu menjaga persatuan.
Dari Festival Kehidupan Berdampingan, Sekolah Negarawan membawa satu pesan utama bahwa keberagaman membutuhkan kepemimpinan yang mampu merawat hubungan antarwarga. Pemimpin bukan hadir untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk menemukan ruang bersama yang memperkuat persatuan. Dari Teheran hingga Indonesia, kehidupan berdampingan menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada hadirnya negarawan yang mampu menjaga harmoni masyarakat.