Sekolah Negarawan Catat Pesan Araghchi Persatuan Diperkuat dengan Menghargai Perbedaan

muslimX
By muslimX
4 Min Read

TEHERAN — Persatuan dunia Islam tidak harus diwujudkan dengan menghilangkan perbedaan yang ada. Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama yang disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Seyed Abbas Araghchi, dalam acara Riwayat-e Rahmat di Talar-e Vahdat, Teheran, Sabtu, 29 Agustus 2026. Bagi delegasi Sekolah Negarawan yang hadir dalam forum tersebut, pesan itu memberikan refleksi mengenai pentingnya membangun hubungan bersama di tengah keberagaman.

Acara Riwayat-e Rahmat dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintahan, ulama, akademisi, seniman, budayawan, serta perwakilan negara-negara sahabat. Delegasi Sekolah Negarawan turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian kunjungan ke Iran. Delegasi yang hadir terdiri atas Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur Cooperation and International Relations Abdullah Assegaf.

Dalam pidatonya, Araghchi menyampaikan pandangan mengenai persatuan dunia Islam dengan menekankan pentingnya menemukan ruang bersama di tengah keberagaman. Ia menyebut Saudi Arabia, Mesir, Turki, Pakistan, dan negara-negara Islam lainnya sebagai bagian dari keluarga besar dunia Islam. Namun, ia menegaskan bahwa persatuan tidak berarti seluruh negara harus memiliki bentuk, warna, pandangan, maupun langkah yang sama.

Menurut Araghchi, keberagaman merupakan bagian dari kenyataan yang harus dipahami secara bijaksana. Setiap negara memiliki sejarah, budaya, pengalaman, dan karakter masyarakat yang berbeda. Karena itu, persatuan perlu dibangun melalui kemampuan menghargai perbedaan serta menempatkan tujuan bersama sebagai hal yang lebih besar.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan sebuah hubungan tidak selalu berasal dari keseragaman. Perbedaan dapat menjadi bagian dari kekuatan apabila dikelola dengan sikap saling menghormati dan semangat kerja sama. Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, kemampuan menemukan titik temu menjadi salah satu kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis.

Araghchi juga menghubungkan gagasan persatuan tersebut dengan keteladanan Nabi Muhammad ﷺ sebagai pembawa pesan persaudaraan dan rahmat. Dalam acara yang mengangkat tema tentang rahmat Nabi Muhammad ﷺ tersebut, persatuan ditempatkan sebagai nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat modern. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa nilai agama dapat menjadi inspirasi dalam membangun hubungan yang lebih baik di tengah perbedaan.

Bagi delegasi Sekolah Negarawan, forum Riwayat-e Rahmat menjadi pengalaman penting dalam memahami bagaimana gagasan persatuan dapat dibahas melalui pendekatan kebudayaan dan keagamaan. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antarbangsa tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui pertukaran gagasan, pendidikan, kebudayaan, dan pengalaman masyarakat. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mengenai kepemimpinan dan kehidupan bersama.

Sekolah Negarawan melihat bahwa pesan dari Vahdat Hall memiliki keterkaitan dengan pendidikan kepemimpinan. Seorang negarawan harus memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan dan mengelolanya agar tidak menjadi sumber perpecahan. Kepemimpinan yang matang membutuhkan kebijaksanaan untuk mendengar berbagai pandangan serta menemukan jalan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Riwayat-e Rahmat pada akhirnya menjadi ruang perjumpaan berbagai perspektif mengenai bagaimana nilai persatuan dapat diterapkan dalam kehidupan modern. Forum tersebut tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya membangun hubungan yang saling menghormati. Dari Vahdat Hall, delegasi Sekolah Negarawan membawa pesan bahwa persatuan yang kuat lahir dari kemampuan merawat perbedaan, bukan menghapusnya.

Pesan Araghchi menjadi refleksi bahwa masyarakat yang beragam membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjadi penghubung. Persatuan dapat tumbuh ketika setiap pihak memiliki kesadaran untuk menjaga kepentingan bersama di atas perbedaan yang ada. Gagasan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang dibawa pulang Sekolah Negarawan dari forum Riwayat-e Rahmat di Teheran.

Share This Article