muslimx.id — Ketika loyalitas aparat bergeser, persoalannya sering kali tidak muncul dalam bentuk keputusan yang terang-terangan melanggar aturan. Pergeseran dapat dimulai dari hal yang lebih halus pembiasaan mengikuti kepentingan tertentu, pembenaran terhadap perlakuan berbeda, atau anggapan bahwa kepentingan kekuasaan selalu identik dengan kepentingan negara.
Karena itu, loyalitas aparat membutuhkan prinsip sebagai batas. Disiplin tetap diperlukan, tetapi disiplin harus berjalan bersama hukum. Ketaatan tetap dibutuhkan, tetapi ketaatan harus berada dalam kerangka kewenangan yang sah. Tanpa prinsip tersebut, loyalitas dapat berubah menjadi kepatuhan yang kehilangan arah.
Tidak Semua Perintah Memiliki Makna yang Sama
Dalam institusi yang memiliki struktur komando, perintah merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas. TNI dan Polri tidak mungkin bekerja tanpa koordinasi dan kepatuhan terhadap mekanisme organisasi.
Namun, perintah selalu memiliki konteks. Ada perintah yang berada dalam lingkup tugas dan kewenangan, ada pula persoalan yang membutuhkan pemeriksaan terhadap dasar hukum dan prosedur. Karena itu, profesionalitas aparat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjalankan perintah, tetapi juga pemahaman mengenai batas kewenangannya.
Perspektif Islam: Ketaatan Harus Berada dalam Kebenaran
Dalam tradisi Islam terdapat prinsip bahwa tidak ada ketaatan kepada manusia dalam perkara yang merupakan kemaksiatan kepada Allah. Prinsip tersebut mengajarkan bahwa ketaatan bukanlah konsep tanpa batas.
Dalam kehidupan kenegaraan, prinsip ini tidak berarti aparat boleh bertindak berdasarkan penilaian pribadi setiap kali tidak menyukai sebuah kebijakan. Aparat tetap terikat struktur hukum dan komando. Namun, ketika sebuah tindakan berada di luar kewenangan atau bertentangan dengan hukum, persoalan tersebut harus dikembalikan kepada mekanisme hukum dan institusi yang berwenang.
Prinsip Membuat Institusi Tetap Stabil
Institusi yang kuat bukan institusi yang hanya mampu membuat anggotanya patuh. Institusi yang kuat juga memiliki mekanisme yang memungkinkan kesalahan dikoreksi tanpa menghancurkan organisasi.
Hal ini penting karena tekanan terhadap aparat dapat datang dari berbagai arah. Tekanan politik, kepentingan kelompok, tuntutan publik, maupun dinamika internal dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Prinsip hukum dan profesionalitas diperlukan agar aparat memiliki pegangan ketika menghadapi tekanan tersebut.
Partai X: Loyalitas Harus Memiliki Batas
Rinto Setiyawan Anggota Majelis Tinggi Partai X menyampaikan, “Loyalitas tanpa prinsip dapat berubah menjadi kepatuhan yang membahayakan institusi. Aparat harus memahami kepada siapa loyalitas diberikan, dalam kapasitas apa, dan berdasarkan aturan apa. Di situlah profesionalitas diuji.”
Karena itu, ketika loyalitas aparat bergeser, yang perlu diperkuat bukan hanya slogan tentang kesetiaan. Yang lebih penting adalah prinsip yang menjadi tempat loyalitas itu berpijak. Konstitusi, hukum, profesionalitas, dan mandat institusi menjadi kerangka agar kesetiaan aparat tidak berubah menjadi keberpihakan personal.